Sat Tweet Blog

Apa itu Autism Spectrum Disorder ?

0
Posted in Penyakit By cerdas 1

Autism Spectrum Disorder

Autism Spectrum Disorder

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gangguan perkembangan. Beberapa contoh kondisi yang termasuk dalam ASD ialah Autism, Sindrom Asperger, Sindrom Heller, serta Gangguan Perkembangan Pervasif (PPD-NOS). ASD Memiliki beberapa gejala umum, yakni:

A. Gangguan Interaksi Sosial dan Komunikasi

Gangguan ini membuat penderita ASD kurang peka terhadap lingkungannya. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam berbahasa verbal maupun non verbal. Beberapa contoh gangguan ini ialah:

  • Minimnya kontak mata
  • Sering mengulang kata atau pun frasa
  • Lebih suka menyendiri

B. Gangguan Pola Perilaku

Jenis gangguan kedua ini merujuk pada terbatasnya pola pikir, minat, dan perilaku. Seringkali penderita ASD juga melakukan pengulangan perilaku. Contoh gangguan dalam hal pola perilaku ialah:

  • Melakukan gerakan seperti mengetuk-ngetuk atau meremas tangan berulang kali
  • Memiliki pola gerakan aneh, misalnya berjalan jinjit
  • Sensitif pada cahaya, suara, dan sentuhan

 

Menggali Potensi Anak Autism Spectrum Disorder

Autism Spectrum Disorder

 

Gangguan pada penderita ASD tidaklah sepenuhnya menjadi hambatan. Seperti anak lainnya, anak autis atau ASD juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Asalkan diberikan perawatan dan pendidikan yang tepat, mereka tentu bisa menemukan potensi terbesar pada dirinya. Oleh karena itu, pemberian terapi serta asrama anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa menjadi solusi.

A.  Melakukan Terapi Anak Autis

Pemberian terapi akan membuat anak autis berkembang lebih baik. Sebab, terapi-terapi ini ditujukan untuk melatih bagian-bagian yang perkembangannya terhambat. Semakin efektif sebuah terapi, semakin berkurang juga gejala autisme yang akan muncul. Anak autis bukan hanya bisa mengikuti proses belajar saja, mereka juga akan lebih  bisa memahami lingkungan sosialnya. Beberapa contoh terapi yang biasanya dilakukan anak autis ialah

  1. Terapi Okupasi
  2. Terapi Wicara
  3. Terapi Perilaku.

B.  Asrama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Selain pemberian terapi, potensi anak autis juga bisa digali melalui asrama ABK. Di sinilah anak autis bisa ‘terjun’ langsung ke lingkungan yang menyediakan fasilitas untuk ABK. Bersama dengan anak-anak lainnya, penderita ASD dan autis akan dididik dengan harapan mereka bisa hidup lebih mandiri sehingga tidak merepotkan orang lain.

 

Leave a Reply